Kimpo Bercerita Masa Kecil di Situ Perigi

Detaktangsel.com PONDOK AREN--Penataan Situ Perigi di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, sejak dua bulan lalu oleh Suhanda Johan alias Kimpo, dilakukan tanpa ada niat lain selain ingin wajah situ lebih asri dipandang mata.

Dimata pria lulusan SMA Imam Bonjol, Ciputat, angkatan 87/88 itu,  Situ Perigi dianggap sebagai salah satu obyek bersejarah diwilayah Kecamatan Pondok Aren. Apalagi,  sejak masa kanak-kanak hingga remaja, banyak waktu yang ia habiskan di situ tersebut.

"Saya lahir dan besar disini, di wilayah Perigi ini. Banyak waktu yang saya habiskan disini, bersama saudara dan teman-teman berenang di situ ini," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).

Kimpo yang pagi itu tengah menyaksikan anak buahnya meratakan tanah bantaran situ untuk dipasangi konblok sebagai sarana jogging track, panjang lebar mulai menceritakan masa kanak-kanaknya bila situ yang saat ini ditata, pernah membuatnya nyaris tewas.

"Waktu itu usia saya kira-kira 10 tahun. Pas mau maghrib, bebek milik orang tua saya ngak pulang. Setelah saya cari, ternyata ada di situ. Saya sambit, tapi bebek-bebek itu ngak mau naik," ujarnya mengenang peristiwa 40 tahun silam itu.

Kesal dengan ulah peliharaan orang tuanya, Kimpo yang saat itu dibantu saudaranya, kemudian turun ke tengah situ. Berbekal keahliannyannya berenang, Kimpo mulai menggiring bebek yang jumlahnya ratusan tersebut. Namun lantaran dirinya hanya sendiri ditengah situ, bebek-bebek itupun tak bergeming. Tenaga yang ada pada dirinya pun habis sia-sia lantaran terlalu lama berada di air menggiring bebek-bebek tersebut.

"Tiba-tiba waktu itu ada air dari sebelah selatan. Banjir, karena waktu itu musim hujan, saya kebawa air kebagian yang paling dalam. Beruntung saudara saya langsung berenang nolongin saya. Kalau ngak, mungkin saya sudah mati," ujarnya.

Meski nyawanya nyaris terenggut di tengah kedalaman Situ Perigi, namun Kimpo mengaku tak pernah jera berenang dikedalaman situ tersebut.

"Kalau sekarang saya disuruh berenang di situ, saya ngak mau. Karena apa, situ sekarang berbeda dengan yang dulu. Takut habis berenang gatal-gatal," selorohnya.

Kimpo juga mengatakan, soal penanaman pohon dan rencananya membuat jogging track diatas bantaran situ, dipengaruhi oleh niat almarhum orang tua angkatnya yakni Haji Najih. Diakuinya, almarhum orang tua angkatnya itu memiliki keinginan untuk menata situ agar bermanfaat bagi orang banyak.

"Ini juga keinginan orang tua angkat saya, haji Najih. Dia ingin situ ini benar-benar menjadi asri. Namun pada saat mau dilakukan penanaman pohon, beliau keburu almarhum. Jadi yang saya lakukan ini, untuk meneruskan keinginan orang tua saya," tandasnya.

Baca Juga : Bang Ben Minta Pelajar Jauhi Rokok

 

Go to top