Jatah Makan Tak Merata, Puluhan Pelipat Kertas Suara Pemilu Teriak

Berebut Air Minum Berebut Air Minum

detaktangsel.com - PONDOK AREN, Baru berjalan empat hari proses pelipatan kertas surat suara Pemilu 2014 di KPUD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dejumlah tenaga relawan yang bertugas melipat surat suara teriak.


Mereka berteriak lantaran saat jam istirahat makan siang, mereka tidak mendapatkan nasi bungkus yang disediakan panitia penyelenggara KPUD Kota Tangsel.


Mereka mendapat upah Rp150 per lembar. Namun, panita penyelenggara memotong untuk biaya konsumsi senilai Rp35.


"Waduh baru beberapa hari ngelipat kertas suara, aromanya sudah ngirit ini," ketus salah satu tenaga pelipat kertas suara.


Ia merasa tidak mendapat nasi bungkus saat jam istirahat makan siang di Gedung Serba Guna, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Senin (10/3).

Bahkan bukan hanya pembagian nasi bungkus yang tidak merata, melainkan mereka juga berebut air minum mineral yang tersedia di gedung tersebut. Itupun hanya menggunakan air minum mineral kemasan galon yang ditempatkan di depan pintu masuk GSG.


"Kemarin, air minumnya pakai kemasan gelas plastik. Sekarang malah pakai galon, berebut lagi," ucap tenaga pelipat suara menimpali rekannya.


Sementara Koordinator Lapangan Tim Penyelenggara KPUD Kota Tangsel Nana Sukarna mengatakan, pembagian nasi bungkus tidak merata itu karena ada penambahan tenaga pelipat kertas surat suara.


"Tenaga pelipatan surat suara nambah setiap hari. Mungkin bagian konsumsi dari KPU belum mengetahui ada penambahan tenaga pelipat kertas suara," katanya.


Untuk air minum yang semula menggunakan kemasan gelas plastik, Nana mengatakan, saat ini pihaknya sudah memesan kemasan gelas. Tapi belum diantar, mungkin masih dalam perjalanan. (red)

Go to top