Tahanan Narkoba asal Tangsel Kuasai Lapas di Tangerang Raya

Kepala BNN Kota Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Heri Istu. Kepala BNN Kota Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Heri Istu. Rizki
detaktangsel.com SERPONG UTARA - Kepala BNN Kota Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Heri Istu mengungkapkan, saat ini penghuni Lapas asal Tangsel kasus Narkoba di wilayah Tangerang Raya mengalami peningkatan.
"Data orang Tangsel yang ada di lapas sekitar Tangerang Raya ini. Tahun 2016 sebanyak 279 orang, 50 di antaranya anak dibawah umur," katanya.
 
Sedangkan, pada tahun ini, menurutnya pengguna atau pengedar yang tertangkap mengalami peningkatan yang cukup tinggi hingga mencapai 159 orang apa bila di bandingkan dengan tahun sebelumnya. "2017 Februari naik jadi 438 yang anak di bawah umur ada 58, naiknya karena kinerja Polres yang semakin baik menangkap penyalahgunaan narkoba. Baik bandar, pengedar serta pengguna," jelasnya saat sosialisasi penangulangan Narkoba, PMS, dan HIV/AIDS di Telaga Seafood pada Kamis, (12/10/2017).
 
Selain itu, sambung Heri saat ini telah terjadi perubahan pilihan jenis narkoba di Wilayah Kota Tangsel. Soalnya, pengguna lebih beralih menggunakan obat-obatan dibandingkan narkoba golongan 1. "Kalau sekarang larinya ke obat-obat keras. Padahal nyatanya banyak orang gila. Bergeser dari sabu jadi ganja, sekarang bergeser lagi ke obat-obatan daftar G seperti tramadol, maupun PCC," jelasnya.
 
Akan tetapi hingga saat ini untuk wilayah Tangsel, Heri belum menemukan obat-obatan jenis PCC yang beredar bebas di masyarakat terutama anak-anak di bawah umur. "Kalau Tangsel (datanya) kita belum tutup, sampai saat ini paling banyak Sabu dan Ganja. Kalau obat-obatan terakhir kita razia belum mendapatkan PCC di wilayah Tangsel," tegasnya.

Mengenai jumlah pasti seberapa besar peredaran narkoba di wilayah Tangsel, Heri belum dapat mengungkapkan secara medetail lantaran data belum terkumpul secara keseluruhan. "Tahun ini data akan saya update per Desember 2017, nanti akan saya infokan lebih lanjut," tandasnya.
Go to top