Menyikapi Kinerja Walikota Airin

Menyikapi Kinerja Walikota Airin

detaktangsel.com TANGSEL - Ketika berbicara di hadapan para tokoh senior penggagas pemekaran Kota Tangerang Selatan (Tangsel) seperti misalnya KH Zarkasih Nur (tokoh masyarakat asli Tangsel yang juga mantan Menkop dan UKM pada era Presiden RI Abdurrahman Wahid), Margiono (Ketua PWI), Rasud Syakir (pendidik), Abdul Rojak (Kasubag TU Kementerian Agama Tangsel), dan banyak tokoh serta elemen masyarakat lain, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany SH MH, dengan penuh semangat dan tanpa beban, memaparkan sejumlah program kerja pemerintahannya yang sudah, dan akan dikerjakan.

Forum Diskusi Publik yang digagas oleh Keluarga Besar Tangsel dengan tajuk "Evaluasi Enam Tahun Perjalanan Kota Tangsel – Dulu, Kini, dan Esok" ini dilaksanakan Selasa, 25 /11/ 2014, di Damai Indah Golf BSD, Serpong.

Airin sendiri sebenarnya "hanya" diagendakan sebagai Keynote Speaker saja. Sedangkan dua pembicara inti yang dihadirkan adalah, Ade Irawan (Koordinator ICW Banten), dan Prof Iding Rosyidin (Dosen FISIP UIN Jakarta). Namun, apa lacur? Forum yang juga menghadirkan Ketua DPRD Kota Tangsel H Moch Romlie MA ini akhirnya justru menjadi ajang pembuktian akan kemampuan sekaligus kecakapan Airin, dalam memimpin Kota Tangsel.

Dengan lugas dan speed bicara yang cepat serta penuh enerjik, Airin menjawab seluruh pertanyaan kritis dari beberapa peserta diskusi, yang akhirnya membuat sekitar 250 tamu undangan menjadi terpana. Bahkan tak berlebihan, kalau narasumber Ade Irawan kemudian sampai mengucapkan kalimat, "Luar biasa!", usai menyimak paparan Airin yang terstruktur dan komprehensif.

Dalam berbagai kesempatan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengutamakan pelayanan publik.

"Pegawai harus jeli, kinerjanya sangat diperhatikan oleh masyarakat. Pelayanan public kini dan kedepan harus benar-benar meningkat, lebih efektif dan efisien. Dahulukan pelayanan publik.

Regulasi Peraturan Walikota Tangsel nomor 04 tahun 2012 tentang pemberian tambahan penghasilan PNS Pemkot Tangsel yang bersinergi dengan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS. Diharapkan dengan telah di luncurkan Perwal ini dapat memotivator PNS dan SKPD di lingkungan Kota Tangerang Selatan agar lebih baik kedepan dalam perbaikan pelayan prima ke depan. Dan ini merupakan "doping" yang positif dari jajaran SKPD untuk peningkatan etos kerja dan disiplin kepegawaian di Kota yang punya motto cerdas,modern dan relegius ini.

Kerja Tangkas Airin di Tangsel seperti di lansir Gapey Sandy , sebagai walikota, Airin baru menjabat per tanggal 20 April 2011. Terpilihnya Airin sempat menjadi dilema bagi warga Tangsel. Di satu sisi, Airin tak bisa lepas dari bayang-bayang Dinasti Keluarga Atut. Maklum, kakak iparnya adalah Gubernur Banten. Sejak awal, Airin dinilai sinis sebagian kalangan hanya jadi kepanjangan tangan saja. Sementara di sisi lain, kehadiran Airin justru dianggap menjadi angin segar bagi perkembangan dan kemajuan Kota Tangsel.

Harapan ini sempat mengemuka dari salah seorang pengagas cikal-bakal (Ketua Presidium) Kota Tangsel yang juga mantan Menteri Koperasi dan UKM, Zarkasih Noer. Perlahan namun pasti, Airin menunjukkan kecakapannya sebagai Ibu Walikota. Slogan kampanye yang ia pernah gulirkan yakni Tangsel Rumah Kita Bersama, ia coba realisasikan dengan berbagai penataan dan pembangunan. Ambil contoh, di bidang infrastruktur. Airin mengurai kemacetan dengan melebarkan ruas jalan, misalnya untuk Jalan Raya Ciater – Maruga – Ciputat, sepanjang 2 kilometer. Dari hanya 2 lajur kendaraan, pada akhir nanti diharapkan selesai dan menjadi empat lajur kendaraan dengan lebar 24 meter.

Pemkot Tangsel memastikan seluruh dinas tidak lagi terlena terhadap pencapaian kinerja masing-masing. Sebab, masih ada potensi terjadinya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Oleh karenanya, Walikota Airin Rachmi Diany mewajibkan seluruh dinas membentuk Time Table untuk memaksimalkan penyerapan anggaran dan tak terjadi Silpa.

"Tak terasa kita sudah memasuki bulan ke lima, bulan depan masuk bulan keenam pertengahan tahun. Saya intruksikan kepada seluruh SKPD untuk membuat jadwal kegiatan apa yang akan dikerjakan dan sudah sampai mana pengerjaanya," terang Airin kepada jajaran SKPD pada peringatan Hari Kesadaran Narkoba (HKN) di Cilenggang, Setu, Senin (18/5/2015).

Time table tersebut ditujukan agar kinerja masing-masing dinas bisa terarah dan terstruktur sesuai perencenaan pembangunan. Time table ini berfungsi sebagai pengingat dan pembuat deadline step by step. Airin meminta timetible bukan hanya sebagai catatan, tetapi menjadi panduan secara lengkap untuk mengecek secara komprehensif dalam sistem kerja. Tentunya dengan sistem itu bisa memberikan kemudahan jajaran dalam bekerja secara baik dan benar. "Kami minta timetable itu bukan hanya catatan yang dibaca dan dijadikan sebagai agenda laporan saja saat sedang rapat," tegasnya.

Kepala dinas dan jajaran, menurutnya, sudah ada tanda tangan kontrak untuk menjalankan kinerja secara optimal. Untuk itu, maka wajib melakukan kerja secara baik dan selalu menerapkan kedisiplinan. Kotrak kerja itu bagian dari pertangung jawaban sebagai pejabat publik kepada masyarakat. Inilah yang harus dipegang untuk menjadi pengingat. Airin tak mau terjadi seperti pada tahun lalu yakni Silpa mencapai Rp 500-an miliar. Ini menjadi catatan dan tolok ukur dalam pembangunan. Bila daya serap minim, maka daya serap pembangunan tidak merata dan tidak total. Airin tidak mau Silpanya seperti tahun kemarin, apalagi sampai melebih.

Ketua DPRD Tangsel Much Romlie MA mengapresiasi intruksi walikota kepada PNS Tangsel untuk menjalankan kinerja secara optimal. "Tentunya sangat tepat ibu wali menyampaikan hal seperti itu. Ini untuk menanyakan sudah sejauh mana kinerja mereka. Kalau kemudian Silpa itu besar, artinya tidak mampu menjalankan tugas. Sementara anggaran untuk digunakan sesuai perencanaan yang ada. Maka kami sarankan kepada mereka yang tidak menguasai bidang jangan dipaksakan," tegasnya. Mantan Lurah Pamulang Timur atau akrab disapa Lurah Abi ini mendukung walikota apabila bakal mencopot pejabatnya dikarenakan tak mampu menyerap anggaran secara maksimal. "Kata siapa tidak ada yang bagus. Di Tangsel itu sangat banyak mereka (PNS) ibarat mutiara masih terpendam dalam lumpur. Jangan pernah takut tidak ada pengganti yang lebih kredibel dan akuntabel"

Support Untuk Airin ?

Ternyata Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany masih di gadang gadangkan sebagai salah satu kandidat dari incamben terkuat untuk kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota Tangsel tahun 2016 – 2021 berpeluang cukup besar untuk kembali memimpin kembali pemerintahan kota (Pemkot) Tangsel ke depan. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany masih menduduki rengking pertama hasil survei dari Lembaga Survai Kebijakan Publik (LSKP) dalam Pilkada Walikota Tangsel mendatang seperti di lansir dari Tim Survai LSKP, Ibrahim A (Pos Kota 16/4/15).

Kegiatan survai LSKP dilakukan sejak Februari hingga awal April 2015 lalu dengan cara langsung atau face to face di tujuh kecamatan dari kalangan bawah dan menengah. Responden tersebut lebih memilih politisi dibandingkan biirokrat dan kebanyakan masyarakat menginginkan ekonomi yang sejahtera serta pelayanan cepat, mudah dan murah.

Sedangkan, Sekretaris Forum Rukun Warga (RW) Kota Tangsel, J. Selwan, menambahkan kegiatan Pilkada Walikota Tangsel yang akan dilaksanakan Desember 2015 mendatang berharap Walikota Airin Rachmi Diany ikut kembali dalam kegiatan tersebut. Sebagian besar hasil survai dan wawancara pengurus RW, RT dan masyarakat terkait pembangunan fisik dan non fisik yang dilakukan Walikota Tangsel sekarang cukup berhasil.

Realisasi pembangunan yang dilakukan dari berbagai kegiatan hingga Musrenbang tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan dan walikota dirasakan cukup berhasil seperti perbaikan kondisi jalan lingkungan, saluran air, pos yandu, balai warga, TPST serta berbagai pelatihan maupun ketrampilan ke masyarakat selama tiga tahun terakhir ini."Termasuk meningkatnya APBD dan PAD setiap tahun.

Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) Airin, Pencitraan atau nyata ?

Kegiatan inspeksi mendadak (sidak) atau kunjungan langsung ke lokasi 'kejadian' di Tangsel yang sering dilakukan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmy Diany beberapa hari belakangan ini mendapat sorotan dan tanggapan yang beragam dari masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa Walikota Tangsel ini sedang melakukan pencitraan menjelang Pilkada Desember tahun ini. ‎

Sidak atau turun ke bawah yang dilakukan Walikota Airin sebenarnya sudah dilakukan sejak beliau mulai menjabat sebagai orang nomor satu di Tangsel. Ia memang sering turun ke bawah mengontrol langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan Dinas atau SKPD maupun kegiatan yang dilakukan masyarakat meski menyita waktu dan sampai larut malam, namun beliau tetap menjalani itu semua.

Karena itu, salah bila ada yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan Airin Rachmi Diany; adalah upaya pencitraan yang dilakukannya menjelang Pilkada Desember besok, sebab apa yang dilakukannya itu sudah merupakan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Dalam beberapa kesempatan saat penulis mewawancarai beberapa Bakal Calon Walikota tentang pandangan mereka terhadap seringnya Airin melakukan sidak.

Menanggapi berbagai komentar dari masyarakat dan juga Bakal Calon Walikota tentang lambatnya realiasi program pembangunan di kota Tangsel, Airin mengatakan bahwa, untuk membangun suatu daerah tidak cukup hanya dengan waktu lima tahun.

Menurutnya, pembangunan itu tidak hanya terkait masalah birokrasi yang harus dilakukan antara Pemerintahan Kota dengan Pemerintahan Provinsi untuk merealisasikan program pembangunan di wilayahnya masing-masing, dan sesuai dengan kewenangannya.

Karena itu memerlukan waktu yang tidak sebentar, karena itu Airin berharap agar masyarakat dapat mengerti dan memahami bila adanya sedikit keterlambatan dalam pembangunan yang ada di wilayah Tangsel. Ia pun mengatakan bahwa apa yang dilakukannya merupakan tugas atau amanah yang diberikan kepadanya sebagai pemimpin di kota Tangsel. Semuanya dilakukannya tidak untuk mencari popularitas atau pencitraan.

Mudah mudahan klaim Walikota Tangsel AIRIN ini berbukti.

Penulis : Budi Usman, Praktisi Pelayanan Publik

Go to top

Copyright © 2013  Detak Group. All rights reserved.

Support by pamulang online